Selasa, 12 November 2013

Kebudayaan Indonesia Yang Sudah Diakui Dunia

 Kebudayaan Indonesia yang Sudah Diakui Dunia
Kebudayaan Indonesia yang Sudah Diakui Dunia – Berbicara budaya maka kita akan berbicara tentang warisan leluhur yang telah diwariskan secara  turun temurun. Hasil pemikiran atau karya yang ditorehkan nenek moyang kita atau bahkan generasi sekarang untuk generasi yang akan datang. Budaya yang kita bicarakan di sini adalah budaya yang berwujud baik berupa benda maupun hasil karya seni yang ditampilkan. Beberapa kali isu pengakuan beberapa dari sekian banyak daftar budaya Indonesia oleh negara lain yang terjadi belakangan ini nampaknya menampar bangsa kita untuk bangga akan budaya sendiri.

Kebudayaan Indonesia yang Sudah Diakui Dunia

Kini mulai bayak anak bangsa yang mulai mempelajari budaya Indonesia sebagai bentuk pelestarian terhadap budaya tesebut.Tidak berhenti sampai di situ, para budayawan, pemerintah dan lembaga-lembaga lain yang terkait juga turut serta untuk mendukung pelestarian budaya Indonesia. Harapannya tentu agar daftar budaya Indonesia yang sudah ada tidak terhapus atau bahkan diakui kembali oleh bangsa-bangsa lain. Dilakukanlah proses untuk mendapatkan hak paten dari beberapa jenis budaya secara bertahap baik hasil karya berwujud benda maupun karya seni lainnya.
Selain itu, pengakuan dari beberapa organisasi internasional juga menjadi penting untuk diketahui dunia internasional. Alasannya tentu karena pengakuan tersebut adalah sebuah penghargaan akan budaya Indonesia. Berikut daftar budaya Indonesia yang sudah diakui sebagai budaya Indonesia oleh pihak internasional:

Wayang Kulit

Wayang kulit adalah salah satu bentuk budaya Indonesia yang berasal dari Jawa Tengah. Menggunakan wayang berbahan kulit untuk menceritakan kisah-kisah pewayangan dalam bahasa Jawa. Pencerita ini diberi nama dalang, dialah yang mengendalikan para wayang dan alur cerita yang dibuat. Biasanya dalam kisah pewayangan ini juga diselipkan humor atau nasehat-nasehat baik tentang keidupan maupun agama sebagai salah satu media dakwah. Terutama pada zaman dulu ketika Islam baru berkembang dan menyebar di Indonesia.
Dalam pegelarannya wayang kulit diiringi oleh gamelan Jawa dengan lagu-lagu yang dibawakan sinden yang berkaitan dengan cerita dalam lakon wayang tersebut. Secara keseluruhan wayang kulit ini menjadi sebuah petunjukan yang apik dan unik. Karya seni yang membanggakan untuk dipertontonkan pada masyarakat Internasional. Bahkan tidak sedikit orang-orang asing yang mempelajari salah satu budaya ini, termasuk belajar untuk menjadi dalang wayang kulit.
Wayang kulit ini ditetapkan sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia pada tanggal 7 November 2003 oleh UNESCO. Sebuah lembaga Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengurusi masalah pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan di negara-negara anggota PBB. Sejak saat itu wayang  ditetapkan sebagai World Master Piece Oral and Intangible Heritage of Humanity. Semoga dengan pengakuan ini membuat bangsa lain tidak berani meng-klaim wayang kulit sebagai salah satu kebudayaan mereka.

Reog Ponorogo

Reog ponoogo adalah hasil karya seni tari dan drama yang berasal dari ponorogo sebuah daerah yang terletak di Jawa Timur. Pada mulanya kesenian ini diciptakan Ki Ageng Kutu yang tiada lain adalah seorang abdi kerajaan Majapahit. Ia memberontak atas pemerintahan yang korup yang terjadi pada abad ke-15. Di mana sang raja begitu dipengaruhi sang Istri yang berasal dari China. Ki Ageng Kutu kemudian meninggalkan kerajaan Majapahit dan mendirikan perguruan  yang di dalamnya diajarkan ilmu seni bela diri, kekebalan dan kesempurnaan dalam rangka menyusun kekuatan untuk membangkitkan kembali kerajaan Majapahit.
Kekuatan pasukan yang kalah jumlah tentu menjadi masalah higga terciptalah tari Barong ini sebagai bentuk protes Ki Ageng pada pemerintah Majapahit yang Korup saat itu. Semua tokoh yang ada adalah penggambaran dan simbolisasi dari tokoh-tokoh yang berpengaruh pada waktu itu. Termasuk pengguanan kepala singa yang diatasnya menggunakan bulu merak. Salah satu keunikannya yaitu adanya seorang tokoh Singa Barong yang harus menggigit kepala singa barong yang beratnya mencapai 60kg ini hanya dengan giginya.
Hal ini jelas tidak masuk akal jika dilakukan manusia biasa. Itulah sebabnya kesenian ini dipercaya mengandung unsur spritual. Hal ini diperkuat dengan penari-penari reog yang konon menari dalam keadaan kerasukan. Kesenian ini diwariskan secara turun temurun hingga tidak semua orang bisa melakukan pertunjukan ini tanpa memiliki garis keturunan dari Ponorogo sama sekali. Ceritanya bisa tentang perang, cinta atau bahkan keberanian. Terantung dari tema dari pagelaran yang dibuat.
Kesenian ini termasuk salah satu budaya Indonesia yang sempat di akui juga oleh bangsa lain yang akhirnya mengakui bahwa memang reog Ponorog ini milik Indonesia. Budaya yang disebarkan oleh orang-oran para keturunan dari daerah ponorogo yang berada di Malaysia. Mereka yang merupakan keturunan masyarakat Ponorogo yang terus mempelajari dan menyebarkan kesenian ini hingga terkenal di Malaysia. Pengakuan ini keluar dari sang duta besar Malaysia yang berada di Indonesia tepatnya pada tanggal 29 November 2007.

Angklung

Angklung adalah nama alat musik sekaligus menjadi nama dari salah satu kesenian yang berasal dari Jawa Barat. Alat musik ini terbuat dari Bambu yang dibentuk sedemikian rupa hingga mengeluarkan nada yang berbeda-beda ketika digetarkan. Perbedaan nada ini dipengaruhi oleh ukuran masing-masing bambu yang digunakan tersebut. Membuat suara yang berbeda antara satu angklung dengan angklung lainnya. Begitupun tiap-tiap bambu yang terdapat dalam satu buah angklung.
Bambu yang dipergunakan bukan sembarang bambu karena hanya jenis bambu tertentu saja yang dapat menghasikan suara atau nada yang indah dalam pembuatannya. Jenis bambu yang tepat adalah jenis bambu tali, bambu hitam dan juga bambu gombong. Ketiga macam bambu yang juga harus turut dilestarikan untuk kelestarian kesenian ini. Kesenian yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia dari Indonesia oleh Unesco sejak tahun 2010.
Permainan angklung ini akan lebih indah jika dimainkan secara bersama-sama. Itulah sebabnya pertunjukan ini kini telah menjadi sebuah seni yang dapat dimainkan secara masal. Memainkannya tidak sulit, kita hanya tinggal menggerakannya saja sesuai dengan istruksi dari istruktur yang memimpin sebuah pertunjukan angklung masal. Ia akan memberi komando dengan isyarat kapan kita harus memainkan angklung yang kita pegang. Alhasil kekompakan dan rasa percaya pada satu komando merupakan nilai yang tak kalah penting dari kesenian ini. Semakin kompak, semakin percaya dan mematuhi instruksi membuat nada yang dihasilkan semakin indah.

Batik

Batik adalah sebuah benda seni budaya yang juga merupakan warisan leluhur bangsa Indonesia. Beraneka ragam batik yang terkenal dari Indonesia. Beberapa diantaranya adalah batik pekalongan, batik solo, batik garutan dan juga batik yogya. Selain itu masih banyak jenis motif batik lainnya yang ada di Indonesia. Pada perkembangannya batik ini ada yang dibuat dengan cara ditulis ada juga yang dicap. Biasanya batik tulis harganya lebih mahal daripada batik cap atau pabrikan. Namun secara kualitas tergantung dari bahan yang digunakan.
Sempat terjadi perdebatan sengit juga tentang batik yang pernah dipatenkan oleh negara tetangga. Namun pada akhirnya masalahnya selesai  karena yang mereka patenkan adalah corak batiknya bukan batik Itu sendiri. Secara resmi mereka telah mengakui bahwa batik adalah budaya Indonesia. Begitupun Unesco yang sudah mengakui melalu pengkajian budaya batik ini dalam waktu 3 tahun. Proses yang panjang ini berbuah masis dengan diakuinya batik secara internasional sebagai warisan budaya bangsa Indonesia.
Dari peristiwa itu tumbuh kesadaran dari bagsa Indonesia untuk melestarikan batik ini dengan menggunakanya. Hingga munculah trend busana batik yang dimodifikai dengan berbagai bahan hingga dapat menghasilkan berbagai busana yang cantik. Warisan budaya Indonesia yang ternyata sudah mendunia. Telah banyak para pemimpin internasional yang mengenakan batik Indonesia dalam berbagai event internasional. Ini tentu membuat kita bangga sekaligus malu ketika kita sendiri enggan menggunakan batik yang merupakan hasil karya anak bangsa yang berseni tinggi.

Kebudayaan Indonesia Yang Hampir Punah

Dahulu kala, entah kalau sekarang haha, Indonesia itu dikenal sebagai negara yang berbudaya, Indonesia dikenal sebagai negara yang mempunyai ramah-tamah dan unggah-ungguh yang tinggi.  Berbeda dengan negara yang lain, Indonesia dahulu menerapkan kebudayaan ini turun temurun tanpa ada panduan apapun hehe.  Nah ini beberapa contoh budaya Indonesia yang baik (khususnya di jawa ye, kalau yang lain mohon ditambahin sendiri ntar  )
Budaya Memakai Pakaian Yang Sopan
Dahulu kala Indonesia memiliki budaya ini, jadi cewek-cewek yang pergi ke luar rumah dengan pakaian minim dikit dianggap tabu, bahkan bisa-bisa malah dianggap aneh bagi sebagian orang terus ya terus dicuekin oleh masing-masing orang.
Budaya Gotong Royong Dan Saling Tolong Menolong
Dahulu kala Indonesia ini dikenal sebagai negara yang suka tolong menolong.  Masih inget ane kalau di desa ada orang yang bikin rumah, bisa bisa satu desa bantu bikin rumah ya ntar tuan rumahnya ngasih upah dikit gitu, tapi ya seikhlasnya.  Terus lagi kalau tiap minggu gitu biasanya nih orangnya pada bersihin desa gitu, kalau pas lagi musim panen gitu ya pada kumpul ke sawah.
Budaya Indonesia Ramah Banget
Dahulu kalau di desa ada orang lewat pasti yang duduk gitu atau yang lewat nyapa, “eh pada mau kemana ini ?” gitu atau kalau yang lewat itu masih lihat yang dilewatin bersih-bersih, ya basa basi gitu “ wah lagi bersh-bersih ya jeng ?” hehe padahal dah tau kalau lagi bersih-bersih, terus dilanjutin, disuruh mampir dulu, terus nolak dengan baik gitu hehe.
Budaya Indonesia Kalau Anak Perawan Gak Boleh Keluar Malam
Hehe, kalau ini sampai dibuat cangkrimannya nih, katanya perawan itu singkatan dari “yen pepara wayah awan” yang artinya jika keluar ya ketika diwaktu siang.  Budaya Indonesia yang satu ini mang agak mulai musnah sih, katanya emansipasi gitu, tapi ya entahlah yang bener yang mana, kalau menurut ane sih budaya Indonesia yang satu ini baik kok soalnya mengajarkan bahwa anak gadis itu bahaya kalau keluar malam, jikalau keluar ya mbok ditemenin ayah atau kakaknya gitu.  Apalagi kalau keluar malam biasanya identik dengan gadis-gadis yang gak bener, oleh karena itu budaya ini bertujuan untuk melarang hal tersebut.
Budaya Indonesia Pake Bahasa Karma Ke Orang Yang Lebih Tua
Budaya Indonesia yang satu ini khusus di jawa ye, khususnya di jawa tengah.  Nah kalau dulu dari sd sampai sma di jawa tengah itu ada pelajaran yang namanya bahasa jawa, gak tau kalau sekarang masih ada atau gak, ya tujuannya mengenalkan unggah-ungguh gitu.  Tapi katanya ada yang berpendapat ini itu bikin orang rendah diri, gak tau darimananya rendah dirinya haha. .  menurut ane bagus kalau bisa memakainya, kalau gak bisa, ya pakai bahasa Indonesia aja :D

Berbagai Macam Kebudayaan Di Indonesia


 
Kamasan adalah sebuah komunitas seniman lukisan tradisional. Begitu intim dan begitu lama berkembangnya seni lukis tradisional maka para seniman menyebut hasil-hasil lukisan di sana memiliki gaya (style) tersendiri yaitu lukisan tradisional Kamasan. Sesungguhnya bakat seni tumbuh pula pada karya-karya seni lainnya yaitu berupa seni ukir emas dan perak dan yang terakhir ialah seni ukir peluru. Meskipun dari segi material yang digunakan kain warna logam mengikuti perubahan yang terjadi tetapi ciri khasnya tetap tampak dalam tema lukisan atau ukiran yaitu menggambarkan tokoh-tokoh wayang.


orang Kanekes atau orang Baduy adalah suatu kelompok masyarakat adat Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Sebutan “Baduy” merupakan sebutan yang diberikan oleh penduduk luar kepada kelompok masyarakat tersebut, berawal dari sebutan para peneliti Belanda yang agaknya mempersamakan mereka dengan kelompok Arab Badawi yang merupakan masyarakat yang berpindah-pindah (nomaden). Kemungkinan lain adalah karena adanya Sungai Baduy dan Gunung Baduy yang ada di bagian utara dari wilayah tersebut. Mereka sendiri lebih suka menyebut diri sebagai urang Kanekes atau “orang Kanekes” sesuai dengan nama wilayah mereka, atau sebutan yang mengacu kepada nama kampung mereka seperti Urang Cibeo





  1. Ngaben adalah upacara penyucian atma (roh) fase pertama sbg kewajiban suci umat Hindu Bali terhadap leluhurnya dengan melakukan prosesi pembakaran jenazah. Seperti yg tulis di artikel ttg pitra yadnya, badan manusia terdiri dari badan kasar, badan halus dan karma. Badan kasar manusia dibentuk dari 5 unsur yg disebut Panca Maha Bhuta yaitu pertiwi (zat padat), apah (zat cair), teja (zat panas) bayu (angin) dan akasa (ruang hampa). Kelima unsur ini menyatu membentuk fisik manusia dan digerakan oleh atma (roh). Ketika manusia meninggal yg mati adalah badan kasar saja, atma-nya tidak. Nah ngaben adalah proses penyucian atma/roh saat meninggalkan badan kasar.
  2. Upacara Kasada (Kasodo) dan Pura Luhur Poten Gunung Bromo (Budaya Jawa Timur) Sejak Jaman Majapahit konon wilayah yang mereka huni adalah tempat suci, karena mereka dianggap abdi – abdi kerajaan Majapahit. Sampai saat ini mereka masih menganut agama hindu, Setahun sekali masyarakat tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada. Upacara ini berlokasi disebuah pura yang berada dibawah kaki gunung bromo. Dan setelah itu dilanjutkan kepuncak gunung Bromo. Upacara dilakukan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama dibulan Kasodo menurut penanggalan Jawa.

Budaya Tasikmalaya









 
Kampung Naga merupakan perkampungan tradisional dengan luas areal kurang lebih 4 ha. Lokasi obyek wisata Kampung Naga terletak pada ruas jalan raya yang menghubungkan Tasikmalaya – Bandung melalui Garut, yaitu kurang lebih pada kilometer ke 30 ke arah Barat kota Tasikmalaya.

Kampung Naga dihuni oleh sekelompok masyarakat yang sangat kuat dalam memegang adat istiadat peninggalan Ieluhumya. Hal ini akan terlihat jelas perbedaannya bila dibandingkan dengan masyarakat lain di luar Kampung Naga. Masyarakat Kampung Naga hidup pada suatu tatanan yang dikondisikan dalam suasana kesahajaan dan lingkungan kearifan tradisional yang lekat.

Secara administratif Kampung Naga termasuk kampung Legok Dage Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya.
Jarak tempuh dari Kota Tasikmalaya ke Kampung Naga kurang lebih 30 kilometer, sedangkan dari Kota Garut jaraknya 26 kilometer.
Untuk menuju Kampung Naga dari arah jalan raya Garut-Tasikmalaya harus menuruni tangga yang sudah ditembok (Sunda sengked) sampai ke tepi sungai Ciwulan dengan kemiringan sekitar 45 derajat dengan jarak kira-kira 500 meter. Kemudian melalui jalan setapak menyusuri sungai Ciwulan sampai ke dalam Kampung Naga. Menurut data dari Desa Neglasari, bentuk permukaan tanah di Kampung Naga berupa perbukitan dengan produktivitas tanah bisa dikatakan subur.

tasikkk

(naga vilage)

Luas tanah Kampung Naga yang ada seluas satu hektar setengah, sebagian besar digunakan untuk perumahan, pekarangan, kolam, dan selebihnya digunakan untuk pertanian sawah yang dipanen satu tahun dua kali.

Daya tarik obyek wisata Kampung Naga terletak pada kehidupan yang unik dari komunitas yang terletak di Kampung Naga tersebut. Kehidupan mereka dapat berbaur dengan masyrakat modern, beragama Islam, tetapi masih kuat memlihara Adat Istiadat leluhurnya. Seperti berbagai upacara adat, upacara hari-hari besr Islam misalnya Upacara bulan Mulud atau Alif dengan melaksanakan Pedaran (pembacaan Sejarah Nenek Moyang) Proses ini dimulai dengan mandi di Sungai Ciwulan dan Wisatawan boleh mengikuti acara tersebut dengan syarat harus patuh pada aturan disana.

Bentuk bangunan di Kampung Naga sama baik rumah, mesjid, patemon (balai pertemuan) dan lumbung padi. Atapnya terbuat dari daun rumbia, daun kelapa, atau injuk sebagi penutup bumbungan. Dinding rumah dan bangunan lainnya, terbuat dari anyaman bambu (bilik). Sementara itu pintu bangunan terbuat dari serat rotan dan semua bangunan menghadap Utara atau Selatan. Selain itu tumpukan batu yang tersusun rapi dengan tata letak dan bahan alami merupakan ciri khas gara arsitektur dan ornamen Perkampungan Naga.

OBYEK WISATA

Obyek wisata ini merupakan salah satu obyek wisata budaya di Tasikmlaya Wisatawan biasanya memiliki minat khusus yaitu ingin mengetahui dan membuktikan secara nyata keadaan tesebut. Pengembangan obyek wisata Kampung Naga termasuk dalam jangkuan pengembangan jangka pendek.


SEJARAH

Sejarah/asal usul Kampung Naga menurut salah satu versi nya bermula pada masa kewalian Syeh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati, seorang abdinya yang bernama Singaparana ditugasi untuk menyebarkan agama Islam ke sebelah Barat. Kemudian ia sampai ke daerah Neglasari yang sekarang menjadi Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Di tempat tersebut, Singaparana oleh masyarakat Kampung Naga disebut Sembah Dalem Singaparana. Suatu hari ia mendapat ilapat atau petunjuk harus bersemedi. Dalam persemediannya Singaparana mendapat petunjuk, bahwa ia harus mendiami satu tempat yang sekarang disebut Kampung Naga.

Nenek moyang Kampung Naga yang paling berpengaruh dan berperan bagi masyarakat Kampung Naga “Sa Naga” yaitu Eyang Singaparana atau Sembah Dalem Singaparana yang disebut lagi dengan Eyang Galunggung, dimakamkan di sebelah Barat Kampung Naga. Makam ini dianggap oleh masyarakat Kampung Naga sebagai makam keramat yang selalu diziarahi pada saat diadakan upacara adat bagi semua keturunannya.

Namun kapan Eyang Singaparana meninggal, tidak diperoleh data yang pasti bahkan tidak seorang pun warga Kampung Naga yang mengetahuinya. Menurut kepercayaan yang mereka warisi secara turun temurun, nenek moyang masyarakat Kampung Naga tidak meninggal dunia melainkan raib tanpa meninggalkan jasad. Dan di tempat itulah masyarakat Kampung Naga menganggapnya sebagai makam, dengan memberikan tanda atau petunjuk kepada keturunan Masyarakat Kampung Naga.

Ada sejumlah nama para leluhur masyarakat Kampung Naga yang dihormati seperti: Pangeran Kudratullah, dimakamkan di Gadog Kabupaten Garut, seorang yang dipandang sangat menguasai pengetahuan Agama Islam. Raden Kagok Katalayah Nu Lencing Sang Seda Sakti, dimakamkan di Taraju, Kabupaten Tasikmalaya yang mengusai ilmu kekebalan “kewedukan”. Ratu Ineng Kudratullah atau disebut Eyang Mudik Batara Karang, dimakamkan di Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, menguasai ilmu kekuatan fisik “kabedasan”. Pangeran Mangkubawang, dimakamkan di Mataram Yogyakarta menguasai ilmu kepandaian yang bersifat kedunawian atau kekayaan. Sunan Gunungjati Kalijaga, dimakamkan di Cirebon menguas

Wayang Kulit

                                  


Wayang kulit adalah salah satu kebudayaan Indonesia dari jaman dahulu kala. Wayang kulit.Wayang berasal dari kata Ma Hyang yang artinya menuju kepada roh spiritual, dewa, atau Tuhan Yang Maha Esa. Ada juga yang mengartikan wayang adalah istilah bahasa Jawa yang bermakna bayangan, hal ini disebabkan karena penonton juga bisa menonton wayang dari belakang kelir atau hanya bayangannya saja. Wayang kulit dimainkan oleh seorang dalang yang juga menjadi narator dialog tokoh-tokoh wayang dengan diiringi oleh musik gamelan yang dimainkan sekelompok nayaga dan tembang yang dinyanyikan oleh para pesinden. Dalang memainkan wayang kulit di balik kelir, yaitu layar yang terbuat dari kain putih, sementara di belakangnya disorotkan lampu listrik atau lampu minyak (blencong), sehingga para penonton yang berada di sisi lain dari layar dapat melihat bayangan wayang yang jatuh ke kelir. Untuk dapat memahami cerita wayang (lakon), penonton harus memiliki pengetahuan akan tokoh-tokoh wayang yang bayangannya tampil di layar.

Wayang kulit sudah ada sejak jaman:
Wayang kulit Purwa pada jaman Mataram
Wayang kulit Purwa Pada jaman Kerajaan Kertasura Hadiningrat
Wayang kulit Purwa Pada jaman Kerajaan Surakarta Hadiningrat

Berikut adalah Nama-nama dari tokoh perwayangan yang ada diindonesia:
  • Kayon Gapuran
  • Kayon Kecil
  • Burung Jatayu
  • Kereta Kencana
  • Hanuman/Hanoman
  • Batara Kala
  • Kala Barasrewu
  • Kala Bendana
  • Kapi Cucak Rawun
  • Anggada
  • Hanila
  • Sugriwa
  • Subali
  • MegaNanda/Indrajid
  • Prabu Rahwana
  • Kumba Karina
  • Buta Patih
  • Resi Jamadagni
  • Prabu Rama Wijaya
  • Prabu Sri Harjuna Sasrabahu
  • Raden Sumantri
  • Sukrasana
  • Sang Hyang Wenang
  • Sang Hyang MAnikmaya
  • Bathari Durga
  • Sang Hyang Bayu
  • Tugu Weseba
  • Bethara Kamajaya
  • Prabu Puntadewa
  • Raden Brathasena
  • Raden Werkudara
  • Raden Harjuna
  • Raden Permadi
  • Raden Antareja
  • Raden Gathutkaca
  • Semar
  • Nala Gareng
  • Petruk
  • Bagong
  • Raden Angka Wijaya
  • Prabu Bomanarakasuma
  • Prabu Duryugana
  • Prabu Baladewa
  • Raden Kakrasana
  • Raden Wisatha
  • Dewi Setyawati
  • Dewi Sembadra
  • Dewi Drupadi
  • Bethari Uma
  • Dewi Arimbi
  • Dewi Antiwati
  • Dewi Wilutama
  • Dewi Kunthi
  • Dewi Bratajaya
  • Dewi Utari
  • Dewi Jembawati
  • Dewi Kausalya
  • Dewi Rukmini
  • Dewi Setyaboma
  • Dewi Surtikanthi
  • Dewi Mustakaweni
  • Dewi Larasati
  • Dewi Lesmanawati
  • Dewi Srikandhi
  • Dewi Banowati
  • Dewi Trijatha
  • Raden Setyaki
  • Raden Burisrawa
  • Ditwa Janggi Sranna
  • Buta Cakil
              

BATIK BUDAYA INDONESIA




Batik Budaya Indonesia
 
Jenis budaya indonesia yang sangat terkenal bahkan mendumia sekarang ini adalah batik. Budaya membatik memang sudah ada sejak nenek moyang kita tetapi beberapa tahun dilupakan dan hampir di klaim oleh negara lain oleh karena itu mulai beberapa tahun terakhir ini indonesia sangat menjaga dan harus melestarikan budaya membatik dengan cara membiasakan memakai batik saat disekolah, kantor atau pada saat acara pernikan dan kondangan.

Batik adalah seni rupa dua dimensi dan media pembuatanya yaitu kain tetapi sekarang mobil, kereta api serta casing laptop / handphone juga dapat menjadi media membatik.

Peralatan yang dibutuhkan ketika mau membatik :

1. Canting adalah alat untuk membatik. Biasanya terbuat dari bahan tembaga yang ujungnya menyerupai paruh burung.
2. Gawangan adalah tempat untuk meletakkan kain yang akan dibatik. Gawangan dapat terbuat dari kayu atau bambu
3. Wajan berupa wajan kecil untuk mencairkan malam atau lilin. Wajan ini bisa terbuat dari tembaga atau tanah liat
4. Anglo / kompor kecil digunakan untuk memanaskan wajan
5. Malam/lilin : terbuat dari campuran berbagai jenis bahan yang berupa gondorukem, lemak minyak kelapa, dan parafin
6. Bahan pewarna biasa juga disebut sebagai wedel atau tom

Cara membatik :


  1. Siapkan kain, buat motif diatas kain dengan menggunakan pensil
  2. Setelah motif selesai dibuat, sampirkan kain pada gawangan
  3. Nyalakan kompor/anglo. Taruh malam/lilin ke dalam wajan dan panaskan wajan dengan api kecil sampai malam mencair sempurna. Biarkan api tetap menyala kecil
  4. Mulailah membatik dengan cara ambil sedikit malam cair dengan menggunakan canting, tiup-tiup sebentar biar tidak terlalu panas, kemudian goreskan canting dengan mengikuti motif yang telah ada. Hati-hati jangan sampai malam yang cair menetes diatas permukaan kain karena akan mempengarufi hasil motif batik
  5. Setelah semua motif tertutup malam, maka proses selanjutnya adalah proses pewarnaan
  6. Siapkan bahan pewarna di dalam ember, kemudian celupkan kainnya ke dalam larutan pewarna dengan menggunakan kuas, ulangi sampai beberapa kali.
  7. Tahap selanjutnya adalah proses penghilangan lilin batik dengan cara pengerakan dan melarod
  8. Tahap terakhir dari proses pembuatan batik ini adalah proses pencucian dan penjemuran.

Itulah cara dan peralatan untuk membatik jadi batik yang dibuat diatas adalah batik tulis, jenis batik lainya juga berfariasi misalkan batik cap dan lain-lain.

JENIS BUDAYA IDONESIA YANG DITAMPILKAN DALAM MISI KEBUDAYAAN INDONESIA










Jenis Budaya Indonesia Yang Ditampilkan Dalam Misi Kebudayaan Internasional. 


Jenis budaya indonesia memang beraneka ragam serta banyak mulai dari seni tari, adat istiadat, maupun budaya daerah yang masih populer dikalangan masyarakat. Budaya indonesia memang sebagai ciri khas bangsa dan negara serta menjadi pembeda dari negara lain.

Seluruh kebudayaan lokal yang berasal dari suku-suku bangsa di Indonesia merupakan bagian dari kebudayaan Indonesia. Kebudayaan Indonesia dapat diartikan sebagai seluruh kebudayaan lokal yang telah ada sebelum terbentuknya bangsa Indonesia pada tahun 1945.

Jenis Budaya Indonesia Dalam Kategori Tradisional.


  • Tarian daerah
  • Lagu daerah
  • Musik daerah
  • Alat musik daerah
  • Gambar/tulisan
  • Patung
  • Kain
  • Suara
  • Sastra/tulisan
  • Makanan dan minuman
Jenis Budaya Indonesia Dalam Kategori Moderen
  • Musik dangdut : Elvie Sukaesih, Rhoma Irama, Ikke Nurjanah, dan lain-lain.
  • Musik pop : Raja, Ratu, Peterpan, dan lain-lain.
  • Film Indonesia : “Daun di Atas Bantal” (1998) yang mendapat penghargaan Film terbaik di Asia Pacific Film Festival di Taipei dan Habibie Ainun.
  • Sastra : Pujangga Baru
Itulah jenis budaya indonesia yang pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan internasional.